Nama saya Muhammad Farillah. Saya dan saudara saya yang bernama Muhammad Arya Maulanal Haq, mengikuti kajian umum yang diadakan setiap malam selasa di pondok pesantrenku (Podok Pesantren Al-anwar). Kitab yang dikaji ini namanya sirojuttolibin. Disini saya akan menyimpulkan materi pengajian umum pada hari senin malam selasa, 29 desember 2025.
RANGKUMAN
I. Metode Bersosialisasi:
Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendirian. Seluruh manusia hidup bermasyarakat dan membutuhkan interaksi yang baik dan nyaman. Untuk membangun interaksi yang baik, diperlukan cara-cara yang tepat agar tidak salah mengambil sikap saat berinteraksi.
Berikut beberapa metode dalam membentuk interaksi yang baik dan nyaman:
1. Berinteraksi dengan pembawaan santai dan natural → agar kedua pihak merasa nyaman dan saling terbuka.
2. Tidak menonjolkan imej atau profesi melalui gaya bicara, penampilan, dll → karena apabila hal ini diterapkan dalam berkomunikasi maka akan menimbulkan nilai negatif yang dikarenakan saling takut (takut karena profesi yang dimilikinya), dan akan menimbulkan komunikasi yang tidak baik dan nyaman.
II. Perbedaan Antara Penghidupan dan Kehidupan
Banyak diantara manusia yang masih belum bisa membedakan arti antara penghidupan dan kehidupan seseorang. Mereka masih mengira bahwa penghidupan dan kehidupan seseorang itu sama artinya.
Penghidupan seseorang bisa diartikan sebagai sarana dan prasarana seseorang. Seperti rumah, pakaian, dll. Sedangkan kehidupan seseorang bisa diartikan sebagai cara orang tersebut mengelola hidupnya setiap hari. Seperti kehidupan keluarga yang saling mendukung dan harmonis.
Namun tidak semua orang mempunyai kehidupan dan penghidupan yang nikmat. Realitanya sekarang banyak orang-orang yang rumahnya besar dan bagus namun kehidupan mereka tidak nikmat. Itu karena mereka tidak pandai dalam mengelola kehidupannya sendiri. Selain itu juga ada orang-orang yang uangnya banyak namun hidup mereka tidak tenang. Begitu juga sebaliknya, ada orang yang kehidupannya nikmat namun tidak memiliki penghidupan yang nikmat. Seperti kehidupan yang harmonis tapi dia tidak memiliki penghidupan yang enak. Berikut bukti bahwa tidak semua orang memiliki kehidupan dan penghidupan yang selalu nikmat.
Sebagai manusia yang mulia dan tangguh, kita harus mampu mengelola kehidupan dan penghidupan yang baik. Apabila dianatara kita memiliki penghidupan dan kehidupan yang kurang nikmat maka kelolalah dengan baik, agar menjadi kehidupan dan penghidupan yang nikmat.
Ridlo atas pesten (takdir) allah merupakan kunci dan metode untuk mendirikan kehidupan dan penghidupan yang nikmat.
III. Kholwah
Syaikh fadil berkata: “ Disaat saya melihat malam, hati ini merasa senang. Karena saatnya saya bersenandung (kholwah) kepada allah. Selain itu juga ada ulama yang mengatakan “Jadilah pencuri. Biasanya pencuri keluar untuk mencari barang yang akan dicuri sekitar sepertiga malam. Disaat semua orang tidur dan disitulah pencuri beraksi untuk mengambil barang yang akan dicurinya.” Artinya disepertiga malam, disaat semua orang tidur, disitulah waktu yang tepat untuk bersenandung (kholwah) kepada allah, berdzikir kepada allah, dan mengingat allah.
Syaikh imam malik ibnu dinar berkata:”Barang siapa seseorang yang tidak bermunajat (kholwah) kepada allah dan tidak berkomunikasi dengan manusia. Maka seseorang tersebut hatinya akan buta, hidupnya akan sia-sia, dan orang tersebut termasuk orang-orang yang ilmunya sedikit.
Didalam kholwah seseorang harus membesihkan fikiran. Seakan-akan difikiran orang tersebut hanya ada allah dan ibadah.